Senin, 19 Maret 2012

Rindang tak berbuah

Mungkin itulah sebutan yang pas untuk sebuah pohon beringin yang tumbuh perkasa di pinggir jalanan.Dengan daunnya yang rindang dan lebat.Beringin itu sering di jadikan tempat berteduh dari panas dan hujan oleh orang-orang yang melintas di jalan itu.Walaupun sering di jadikan tempat berteduh,tapi sayang sekali beringin itu tidak bisa memberikan buah yang bisa di makan bagi orang yang kelaparn dan berteduh di bawah rindangnya pohon itu.

Walaupun beringin itu bisa melindungi yang berteduh dari panas dan hujan, tetap dia tidak  bisa memberikan penghidupan dengan buah yang bisa di makan dan mengharapkan buah dari beringin itu. Walaupun orang bisa berteduh di bawahnya mungkin orang itu akan lemah dan meninggalkan pohon itu, meski hujan ataupu panas.

Tuhan memang maha adil, beringin yang gagah tumbuh dengan daunnya yang bisa melindungi dari panas dan hujan tapi tidak bisa memberika sesuatu yang bisa di makan.Berbeda dengan pohon semangka, dia tidak tidak bisa untuk berlindung dari panas dan hujan , tapi dia bisa memberikan sesuatu yang bisa di makan, dengan buahnya dia bisa menghilangkan rasa lapar serta dahaga dengan air dari buah itu.

Begitu juga dengan mahluk Tuhan yang lainnya , janganlah kita lihat orang lain dengan hanya kelebihannya, tapi lihatlah di balik itu semua orang itupun pasti mempunyai kekurangan. Orang itu mungkin mempunyai apa yang tidak kita miliki, tapi orang itupun belum tentu mempunyai apa yang kita miliki...

Tetaplah tegar wahai beringin, jangan kau merasa besar dengan kebesaranmu dan jangan pula merasa kecil dengan kukuranganmu..
Begitu juga wahai semangka,. Janganlah engkau merasa rendah dengan kedudukanmu dan janganlah bangga dengan kelebihanmu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar