Sabtu, 24 Maret 2012

Perjuangan Seorang Ibu

Dalam tulisanku kali ini, saya akan meceritakan sebuah kisah NYATA seorang perempuan, yang sehari-harinya menjaga sebuah rumah kost putri di kawasan elit Bandung, Jawa Barat
Sebut saja namanya Iyam,saya biasa memanggilnya mbo Iyam. Perempuan

Perempuan lni lahir di jawa tengah. Tapi sejak lulus sekolah, mbo Iyam sudah merantau ke daerah jawa barat, tepatnya di Bandung.Sebelum menjaga sebuah kost_kostan, mbo iyam menjadi pembantu rumah tangga. Cukup lama si mbo bekerja sebagai pembantu tangga di sebuah rumah mewah di kawasan Dago, Bandung.


Sampai akhirnya si mbo, menemukan pasangan hidup. Dari hasil pernikahan itu si mbo di karuniai seorang putri.Di tengah bahtera yang sedang semangat-semangatnya membina rumah tangga, sayang sekali si mbo harus di tinggal wapat oleh suaminya. Sejak itu si mbo hanya bertarung memperjuangkan hidup anak dan dirinya seorang diri.Dia berusaha keras membesarkan buah hatinya yang masih butuh seorang ayah dan penghidupan.Dengan cara bekerja sebagai pembantu rumah tangga, si mbo cukup sabar dalam menghadapi kerasnya hidup sebagai single parent.

Waktupun berlalu, tidak terasa anak semata wayangnya sudah besar dan sudah menyelesaikan sekolahnya sampai sekolah menengah atas ( sekarang SLTA). Setelah lulus dari sekolahnya,anak si mbo tidak melanjutkan ke jenjang kuliah tapi di langsung bekerja di sebuah pabrik tempat si mbo di lahirkan,karena hanya dengan begitu anaknya bisa meringankan beban orang tuanya.Sementara si mbo terus bekerja di Bandung masih sebagai pembantu rumah tangga. Si mbo memang tidak mengenal lelah, walaupun beban hidupnya sudah mulai ringan tapi dia tidak mau membebani itu kepada anaknya.Dia selalu memberikan contoh yang baik terhadap anak semata wayangnya.

Sekian lamanya si mbo menjanda, tidak sedikitpun terpikir olehnya mencari suami lagi, padahal di tempat dia bekerja ada seorang duda yang ingin memperistrinya, tapi si mbo malah menolaknya.
Dia berkata kepadaku "hidup saya, sudah lebih dari cukup, bersuami sudah, anak juga saya sudah punya.Saya tinggal mengurus anak dan mengurus pekerjaan saya ini."
Oleh karena itu si mbo tidak mau lagi di pusingkan dengan urusan laki-laki.

Cukup lama si mbo bekerja di rumah itu, sampai suatu ketika majikan si mbo harus pindah dari tempat itu. Si mbo ingin serta di ajaknya ke tempat yang baru, karena sudah merasa seperti dengan keluarga di urus oleh si mbo. Tapi si mbo menolaknya, dengan alasan dia sudah betah di daerah itu, karena sudah puluhan tahun dia menetap disitu.

Si mbo dengan kepindahan majikannya, dia pun harus ikhlas untuk menganggur.Tapi dia tetap tegar, walaupun batas waktu tidak bisa di tentukan olehnya.Si mbo selalu berusaha mencari informasi kepada teman-temannya, mungkin ada lowongan untuknya bekerja. Tapi syang nasib baik belum berpihak kepadanya, semua teman-temannya tidak bisa memberikan pekerjaan karena tidak ada lowongan.

Si mbo mulai bingung, karena sudah sebulan dia belum mendapatkan pekerjaan barunya, sedangkan di akhir bulan nanti kebutuhan untuk sewa rumah yang dia kontrak harus di bayar, maklumsi mbo di rumah itu hanya membayar bulanan. 
Ketika sore hari si mbo sedang duduk-duduk di teras depan rumahnya, matanya tertuju pada seorang perempuan yang menuju kearahnya, setelah perempuan itu memasuki teras rumah si mbo baru menyadari kalau itu adiknya yang datang. Memag adik si mbo juga merantau ke tempat yang sama hanya beda perumahan saja tempat dia bekerja.  Si mbo menyapa adiknya, "wah tumben kamu main kemari, ada apa?" Tanya si mbo, "Aku kangen sama kamu kak, perasaanku maunya kemari saja." jawab adiknya.
"Bagaimana kabarmu kak?" tanya adiknya. "Kabarku baik-baik saja,tapi keadaanku yang kurang baik dik". Adiknya kaget mendengar si mbo bicara seperti itu "Maksud kamu kak?" tanya adiknya. "Aku sekarang lagi tidak bekerja, majikanku sudah pindah ke tempat yang baru, tapi aku tidak mau ikut kesana dik, makanya sekarang aku menganggur." jelas si mbo.

Adik si mbo manggut-manggut, mendengar kakaknya sudah tidak lagi bekerja, di tempat yang sekian lama kakaknya mencari nafkah hidup di daerah itu."Kalau begitu, nanti aku tanya-tanya di daerahku bekerja, kemarin teman aku mencari seorang penjaga rumah kost putri, mudah-mudahan belum di isi orang lain kak" adiknya berkata. "Mudah-mudahan kamu bisa bantu kakak,mencari tempat kerja yang baru dik" jawab si mbo, dengan menghela napas panjang. Akhirnya adik si mbo pamit pulang, karena waktu sudah sore sekali.
"aku pulang dulu ya kak, nanti aku kabari lagi kalu memang tempat itu belum dapat penjaganya nanti." "baiklah dik,semoga saja,hati-hati di jalan". "iya kak" jawab adiknya, sambil melangkah keluar rumah, meninggalkan si mbo yang memperhatikannya dari depan rumah.

Dengan terburu-buru adiknya berjalan, menuju tempat peberhentian angjutan umum. Maklum tempat dia bekerja agak jauh dari tempat si mbo dan harus di tempuh dengan naik mobil.Dalam pikirannya, hanya tertuju ketempat dimana ada informasi yang membutuhkan penjaga rumah kost itu."kasihan kakak-ku, dia harus bekerja untuk menyambung hidup disini" gumamnya dalam hati.Setelah sampai di pertigaan jalan,adik si mbo langsung menaiki mobil, yang sebentar lagi berangkat,tidak perduli berdesak-desakan dia langsung dudu k dekat pintu keluar mobil itu.

Sekitar lima belas menit adik si mbo menempuh perjalanan, akhirnya dia sampai di depan gang tempat dia bekerja. Dia langsung turun tergesa-gesa, adik si mbo tidak langsung ke rumah dimana ia bekerja, tapi di menuju tempat kost yang membutuhkan penjaga itu. Sesampainya di depan rumah kost itu ,dia menekan bell yang menempel di dinding pagar. Terlihat jelas di pintu gerbang itu, tulisan "di butuhkan seorang wanita,untuk menjaga rumah kost". Tampaknya memang belum ada yang di terima di kost itu.

Tak lama menunggu, dari dalam rumah keluar seorang ibu tua berbaju kebaya menanyakan keperluan adik si mbo. "Ada apa nak,kamu mau bertemu dengan siapa?" tanya si ibu itu. "Saya kesini mau bertemu dengan pemilik rumah kost ini bu, apa betul disini masih membutuhkan penjaga rumah ini?" Adik si mbo balik bertanya.Si ibu tua itu menjawab, "betul, kost ini memang membituhkan penjaga,karena penjaga yang lama mau pulang ke kampung halamannya dan tak kesini lagi."

Dengan senyum sumringah, adik si mbo menjawab, "kalau begitu , saya mau menerimanya bu, tapi nanti kakak saya yang disini bukan saya, bagaimana bu?". "Oo, jadi bukan kamu yang nanti disini, tidak apa-apa yang penting kakak kamu mau bekerja disini, karena harus tinggal di dalam mengurus anak-anak kost."
"tidak apa-apa bu, nanti saya suruh kemari kakak saya, secepatnya. Kalo begitu saya pamit dulu bu, terima kasih atas penerimaannya". jawab adik si mbo, dia pun bergegas pulang..


Sementara itu si mbo yang tadi di tinggalkan oleh adiknnya, dalam hatinya berkata "semoga tempat kost itu belum ada yag mengisinya".
Si mbo akhirnya bergegas masuk ke dalam,karena waktu hampir gelap.


Esok harinya, seperti biasa si mbo beraktipitas di rumah saja.Dia mulai sibuk dengan merapihkan rumah, yang terlihat berantakan sekali, maklum si mbo belakangan ini tida sempat merapihkannya,dia terlalu sibuk mencari lowongan untuknya bekerja.
Ketika sedang  mencuci pakaian di belakang rumah, tiba-tiba pintu di ketuk dari depan dan terdengar ada yang mengucapkan salam. Si mbo segera menuju kedepan untuk membukakan pintu. Pintu pun dia buka, ternyata yang datang adiknya.

Si mbo lekas menyuruhnya masuk dan mempersilahkannya duduk. Sementara adiknya menunggu, si mbo kebelakang untuk membuatkannya minum.Tak lama si mbo kembali sambil membawa satu gelas teh manis hangat dan menaruhnya diatas meja sambil bertanya kepada adiknya."Bagaimana dik, ada kabar tidak dari rumah kost itu?"
Adiknya menjawab, sambil tersenyum, "Dapat kak,kebetulan belum ada yang di terima disitu dan kakak disuruh kesana oleh pemilik kostan itu secepatnya."
Si mbo bukan main senangnya, sambil memeluk adiknya, dia berkata "Terima kasih ya dik...kamu memang harapan aku satu-satunya yang bisa memberiku pekerjaan itu." sambil berlinang air mata,rasa terharu...to be continued...


Kamis, 22 Maret 2012

Hikmah Diri

Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada teman serta sahabat-sahabatku yang selama ini banyak memberi pelajaran dalam hidupku.
Dari sekian lamanya bershabat dan berteman,kalian selalu bersamaku. Kalian selalu memberiku pelajaran yang berarti dalam hidup ini. Aku berharap kalian tetap bersamaku, selagi aku kuat untuk menampung pelajaran dari kalian.

Tanpa kalian aku tidak akan pernah mendapatkan pelajaran yang berarti, selalu membuatku kuat dan mengerti arti hidup di dunia ini. Bagaimana rasanya mengerti, memahami, merasakan perasaan diriku bahkan orang-orang di sekelilingku..

Untuk sahabatku wahai sang duka, berilah aku pelajaran selagi aku masih kuat,hanya engkaulah yang memberiku hikmah bagaimana merasakan dukanya hidup, karenadengan dirimu aku bisa lebih kuat lagi dalam menghadapi semua ujian.Semoga aku mengerti akan duka bagi diriku bahkan orang lain.
Untuk temanku wahai sang suka, walau kita berteman hanya sekilas dan tak begitu dekat, aku hargai pelajaran darimu, dari dirimu aku mengerti bagaimana mensyukuri segala nikmat yang Tuhan hadapkan kepadaku. semoga aku mengerti arti suka dalam diriku...

Senin, 19 Maret 2012

Rindang tak berbuah

Mungkin itulah sebutan yang pas untuk sebuah pohon beringin yang tumbuh perkasa di pinggir jalanan.Dengan daunnya yang rindang dan lebat.Beringin itu sering di jadikan tempat berteduh dari panas dan hujan oleh orang-orang yang melintas di jalan itu.Walaupun sering di jadikan tempat berteduh,tapi sayang sekali beringin itu tidak bisa memberikan buah yang bisa di makan bagi orang yang kelaparn dan berteduh di bawah rindangnya pohon itu.

Walaupun beringin itu bisa melindungi yang berteduh dari panas dan hujan, tetap dia tidak  bisa memberikan penghidupan dengan buah yang bisa di makan dan mengharapkan buah dari beringin itu. Walaupun orang bisa berteduh di bawahnya mungkin orang itu akan lemah dan meninggalkan pohon itu, meski hujan ataupu panas.

Tuhan memang maha adil, beringin yang gagah tumbuh dengan daunnya yang bisa melindungi dari panas dan hujan tapi tidak bisa memberika sesuatu yang bisa di makan.Berbeda dengan pohon semangka, dia tidak tidak bisa untuk berlindung dari panas dan hujan , tapi dia bisa memberikan sesuatu yang bisa di makan, dengan buahnya dia bisa menghilangkan rasa lapar serta dahaga dengan air dari buah itu.

Begitu juga dengan mahluk Tuhan yang lainnya , janganlah kita lihat orang lain dengan hanya kelebihannya, tapi lihatlah di balik itu semua orang itupun pasti mempunyai kekurangan. Orang itu mungkin mempunyai apa yang tidak kita miliki, tapi orang itupun belum tentu mempunyai apa yang kita miliki...

Tetaplah tegar wahai beringin, jangan kau merasa besar dengan kebesaranmu dan jangan pula merasa kecil dengan kukuranganmu..
Begitu juga wahai semangka,. Janganlah engkau merasa rendah dengan kedudukanmu dan janganlah bangga dengan kelebihanmu....

Aku rindu semangat itu

Ada seorang anak kecil bertanya kepada ibunya..
"Bu, kenapa kaki saya penuh dengan bekas luka?"
Ibunya menjawab "Oo..itu bekas luka waktu kamu belajar berjalan nak."
Anaknya bertanya lagi "kok bisa sampai begini bu?"
si Ibu akhirnya menjelaskan kepada anaknya, "waktu kamu belajar berjalan sering terjatuh, terpeleset, sampai kaki dan lutut kamu luka nak.Tapi kamu tidak pernah menyerah, jatuh bangun tegak berdiri. Tapi bekas luka itu tidak bisa hilang nak."
Anaknya tertegun,dia memperhatikan  keloid di lutut kakinya.Betapa besar kemauannya untuk bisa berjalan waktu itu sampai banyak luka di kakinya.
Dia baru menyadari, kalau selama ini luka-luka di lutut kakinya sebagian kecil saja dari keinginan yang besar setelah itu.Karena setelah bisa berjalan dia bisa melakukan sesuatu tanpa di bantu oleh Ibunya. Sekarang dia tidak perlu di bantu untuk mengambil sesuatu dari atas meja yang dahulu mungkin sesuatu yang sangat sulit.

Luar biasa semangatmu nak..Aku ingin meniru semangatmu itu, terkadang yang sudah dewasa dan tahu bagaimana dunia di luar sana, hanya bisa terpuruk oleh situasi yang tak berarti, padahal jika mengingat kembali ketika mereka kecil mungkin sama sepertimu.



Maaf yang terlambat

Maaf yang terlambat

Kisah kenakalan seorang anak kecil yang beranjak remaja.Ketika itu di sebuah gubuk yang terbuat dari bambu, yang di huni sorang bapak dan anaknya yang masih remaja. 
waktu itu di suatu malam mereka sedang bersenda gurau, anaknya yang sedikit nakal sedang memainkan korek api, Si bapak yang melihat kelakuan anaknya segera melarang anaknya untuk tidak memainkan korek itu. Anak itu menuruti perkataan bapaknya, ia menaruh korek itu kembali pada tempatnya.waktu sudah larut malam, si bapak sudah mulai mengantuk, dia akhirnya terlelap tidur meninggalkan anaknya sendirian bermain.Entah kenapa, biasanya anaknya ikut tidur di samping si bapak, tapi anak ini malah mengambil kembali korek api yang tadi dia mainkan, sambil menggesek-gesekan batang korek api itu.
Tanpa ia sadari batang korek api itu menyala dan terpental ke bilik gubuk yang terbuat dari bambu itu.
Api mulai menjalar dan bertambah besar. Karena panik si anak bukannya membangunkan bapaknya tapi dia berlari ke sumur timba yang berada agak jauh dari gubuk itu. Ia bermaksud mengambil air dari sumur itu. Sungguh di sayangkan air sumur itu sedikit mengering anak itu tetap menarik ember timba itu dan berharap ada air yang bisa ia bawa untuk memadamkan api itu. Tanpa memperdulikan napasnya yang tersengal-sengal dia berlari kembali ke gubuk yang tadi terbakar.

Tapi nasib berkata lain, gubuk yang tadi dia tinggalkan sudah hangus terbakar, hanya sisa-sisa tiang bambu yang masih terbakar si jago merah. Dia tertunduk lesu,air yang tadi dia bawa di lemparnya ke kobaran api. Lututnya bergetar, tak kuat menahan rasa bersalah yang begitu besar terhadap bapaknya, jika saja ia menuruti kata-kata bapaknya itu, mungkin tidak akan terjadi seperti itu. Tapi apa mau di kata,maafpun sepertinya tidak akan bisa dia sampaikan secara langsung kepada bapaknya.

Rupanya bapaknya yang tadi dia tinggalkan tertidur dengan api mulai membesar membakar gubuk itu, telah membakar bapaknya bersama gubuk itu.