Kisah kenakalan seorang anak kecil yang beranjak remaja.Ketika itu di sebuah gubuk yang terbuat dari bambu, yang di huni sorang bapak dan anaknya yang masih remaja.
waktu itu di suatu malam mereka sedang bersenda gurau, anaknya yang sedikit nakal sedang memainkan korek api, Si bapak yang melihat kelakuan anaknya segera melarang anaknya untuk tidak memainkan korek itu. Anak itu menuruti perkataan bapaknya, ia menaruh korek itu kembali pada tempatnya.waktu sudah larut malam, si bapak sudah mulai mengantuk, dia akhirnya terlelap tidur meninggalkan anaknya sendirian bermain.Entah kenapa, biasanya anaknya ikut tidur di samping si bapak, tapi anak ini malah mengambil kembali korek api yang tadi dia mainkan, sambil menggesek-gesekan batang korek api itu.
Tanpa ia sadari batang korek api itu menyala dan terpental ke bilik gubuk yang terbuat dari bambu itu.
Api mulai menjalar dan bertambah besar. Karena panik si anak bukannya membangunkan bapaknya tapi dia berlari ke sumur timba yang berada agak jauh dari gubuk itu. Ia bermaksud mengambil air dari sumur itu. Sungguh di sayangkan air sumur itu sedikit mengering anak itu tetap menarik ember timba itu dan berharap ada air yang bisa ia bawa untuk memadamkan api itu. Tanpa memperdulikan napasnya yang tersengal-sengal dia berlari kembali ke gubuk yang tadi terbakar.
Tapi nasib berkata lain, gubuk yang tadi dia tinggalkan sudah hangus terbakar, hanya sisa-sisa tiang bambu yang masih terbakar si jago merah. Dia tertunduk lesu,air yang tadi dia bawa di lemparnya ke kobaran api. Lututnya bergetar, tak kuat menahan rasa bersalah yang begitu besar terhadap bapaknya, jika saja ia menuruti kata-kata bapaknya itu, mungkin tidak akan terjadi seperti itu. Tapi apa mau di kata,maafpun sepertinya tidak akan bisa dia sampaikan secara langsung kepada bapaknya.
Rupanya bapaknya yang tadi dia tinggalkan tertidur dengan api mulai membesar membakar gubuk itu, telah membakar bapaknya bersama gubuk itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar